Wednesday, May 6, 2009

Kasus manohara

Kasus Manohara sudah menjadi konsumsi publik dalam beberapa hari ini. Hampir semua televisi swasta menyiarkan berita tentang kasus kekerasan Manohara atau kasus penculikan Manohara yang "kabarnya" dilakukan oleh Pangeran Kerajaan Kelantan. Terlepas dari benar atau tidaknya berita tentang kasus Manohara tersebut blogger newbie ini cuma ingin memuat tentang profil Manohara :

Profil Manohara Odelia Pinot :

  • Nama Lengkap : Manohara Odelia Pinot
  • Nama Panggilan : Manohara
  • Tempat Lahir : Jakarta
  • Tanggal Lahir : 28 Februari 1992
  • Nama Ibu : Daisy Fajarina
  • Nama Ayah : Reiner Pinot Noack
  • Saudara : Dewi Sari Asih
  • Keturunan : Indonesia - Perancis
  • Profesi : Model
  • Suami : Tengku Muhammad Fakhry
  • Tempat Tinggal : Istana Kelantan Malaysia
  • Mertua : Raja Kelantan Malaysia
Manohara Pinot adalah putri kedua dari pasangan Daisy Fajarina, wanita keturunan bangsawan bugis dan Reiner Pinot Noack, pria berkebangsaan Perancis. Pernikahan Daisy dan Pinot berakhir dengan perceraian yang meninggalkan dua orang putri, Dewi Sari Asih dan Manohara Odelia Pinot.




Kasus model Manohara Odelia Pinot dinilai telah termasuk dalam kasus trafficking. Karena terdapat upaya penculikan yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Kelantan, Malaysia.

Demikian diungkap aktivis perempuan dari LSM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Sri Endang Sukarsih, saat mendampingin konferensi pers yang digelar oleh nenek Mano, Nurul Ahmad yang kerap dipanggil Bunda Nurul atau Mama Pua di Jalan Baji Minasa, Makassar, Sabtu (25/4/2009).

"Ada upaya penyekapan dan menyembunyikan Mano, sehingga tidak bisa terhubung dengan keluarga," kata Sri Endang

Menurutnya harus ada upaya yang jelas untuk menyelamatkan Mano yang berdarah Luwu-Duri ini. Sayangnya penjelasan yang diberikan pemerintah Malaysia dan KBRI Indonesia di Malaysia tidak bisa diterima. Sri Endang meminta agar pemerintah kedua negara menyikapi hal ini secara serius.

Pihak pemerintah Malaysia melalui Perdana Menteri Najib Tun Rajak seharusnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan pendekatan kultur. Karena secara historis, Sulawesi Selatan memiliki hubungan dengan Malaysia. Apalagi disebutkan Sri Endang, Najib Tun Rajak, masih memiliki darah Bugis.

"Seharusnya ada pendekatan kultur. Jangan dibiarkan begitu saja," katanya.(Andi Aisyah/Trijaya/hri)

Flu Babi

Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus CInfluenzavirus A[1] atau subtipe genus

Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia.[2] Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian[3] Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1[4] H1N2,[4] H3N1,[5] H3N2,[4] and H2N3.[6]

Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.

Asal mula

Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun

Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina. [7]

Tanda dan gejala

Gejala utama virus flu babi pada manusia.[8]

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.[9]

Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat "apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka." [10] Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.[10]

Pergantian nama

Penamaan jenis penyakit ini dianggap salah oleh berbagai kalangan, karena telah membuat salah tafsir masyarakat - bahwa babi dapat menularkan penyakit ini kepada manusia. Untuk itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama penyakit ini dengan Influensa A (H1N1) mulai 30 April 2009 lalu.[11]

Friday, May 2, 2008

axis kartu setan ?

minggu-minggu ini katanya banyak sms yang beredar......
isinya adalah tentang axis yang katanya adalah kartu setan.....
isi sms itu adalah.....

"Guys, Kartu AXIS uda mulai kluar. Uda ada di counter2 HP, uda ada yg jual. JANGAN BELI apalagi di PAKAI. Uda pd tau kan klo itu kartu SETAN??? Jd JANGAN COBA2, Tuhh Kartu PDKG GEREJA SETAN = “SIX-A” Ciri2nya: Sampulnya warna putih,ada garis warna ungu n orange. Posternya banyak angka 60. sebarin ke temen2 km semua. 1 sms selamatkan 1 jiwa. INGAT JANGAN COBA2…!!!! (just fwd)"

bull shit!....

"Katanya axis adalah kartu pendukung "gereja setan"....penyebabnya karna tarif axis banyak yang berangka 6....toh tarif axis itu kan jumlahnya ga pas 666....bull shit again!

terus ada sms lain yang mengatakan....
"guys, kartu axis uda mulaikluar.udah ada di counter2 hape, udah adayang jual. JANGAN BELI.. APALAGIPAKE..!!udh pada tau kn tuh kartusetan ? jd JANGAN COBA2..!! TUHKARTUPENDUKUNG GEREJA SETAN..!!"

Sekali lagi jangan percaya ama sms itu....
terus katanya ada seornag wanita yang memakai axis, saat dia mengaktifkan HPnya...langsung mati lampu.....hahahaha bullshit....ada kartu yang punya ilmu matiin listrik...hha ga logis banget sih.....

sekali lagi itu cuma boongan...jangan percaya....
klo itu merupakan strategi operator lain.....cupu banget tu operator

Monday, April 14, 2008

Astronomi

A
ALBEDO - Fraksi cahaya matahari yang sampai pada suatu planet yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Albedo Bumi bernilai sekitar 30-35%. Sisa cahaya matahari diserap oleh tanah dan bertanggung jawab terhadap suhu rata-rata di permukaan.

ALDEBARAN - Sebuah bintang raksasa merah, paling cemerlang dalam rasi Taurus. Jarak Aldebaran 65 tahun cahaya dan garis tengahnya 36 kali matahari.

ALGOL - Juga dinamakan Beta Persei. Sebuah bintang pasangan pemudar yang jauhnya 82 tahun cahaya dalam rasi Perseus. Algol sedikit menyuram setiap 2,87 hari seraya ia terhalang oleh sebuah bintang pasangan yang lebih suram. Variasi kecerlangan Algol ditemukan dan dijelaskan di tahun 1782 oleh ahli astronomi amatir Inggris, John Goodricke (1764-86).

ALPHA CENTAURI - Bintang terdekat matahari, sejauh 4,3 tahun cahaya. Sebenarnya ia terdiri atas tiga bintang yang saling berhubungan karena gravitasi, walaupun bagi mata telanjang mereka nampak bagai satu. Alpha Centauri adalah bintang paling cemerlang dalam rasi Centaurus, dan ketiga paling cemerlang di langit.

ANTARES - Sebuah bintang raksasa merah yang terletak di rasi Scorpio. Garis tengahnya 300 kali matahari. Ia adalah salah satu bintang terbesar yang diketahui mengeluarkan cahaya setara dengan 5000 Matahari kita. Letak Antares sejauh 430 tahun cahaya.

APHELION - Titik garis edar terjauh dari matahari yang dicapai oleh suatu benda angkasa. Kebalikan Aphelion adalah Perihelion

AQUARIUS - Pembawa Air. Sebuah rasi zodiak yang terletak di daerah katulistiwa langit. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Februari hingga pertengahan April.

ARCTURUS - Sebuah bintang raksasa merah bergaris tengah 27 kali matahari yang terletak di rasi Belahan Utara, Bootes, sang Gembala

ASTEROID - Juga disebut sebagai planet minor, yakni sekumpulan benda angkasa berukuran kecil dengan bentuk tidak beraturan yang mengedari matahari. Orbit asteroid umumnya berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter. Beberapa asteroid memiliki orbit yang menyimpang sehingga dapat memotong orbit Bumi. Asteroid semacam ini digolongkan sebagai Near Earth Asteroid (NEA).

AU
- Astronomical Unit/Satuan Astronomi. Adalah satuan jarak dalam astronomi yang didefinisikan sebagai jarak rata-rata Bumi-Matahari. 1 AU = 1,49597870691 × 1011 (± 3) m

B
BETELGEUSE - Sebuah bintang super raksasa merah yang menandai bahu kanan rasi Orion. Betelgeuse sedemikian besarnya sehingga ia labil. Garis tengahnya berubah tak beraturan antara 300 sampai 400 kali Matahari sambil berubah pula kecerlangannya. Letak Betelgeuse sejauh 650 tahun cahaya

BIMASAKTI - Nama galaksi dimana Matahari dan tata surya kita terletak. Dilihat dari Bumi, sisi Bimasakti membentuk suatu pita cahaya samar membentang di langit pada malam hari. Ia terdiri atas bintang-bintang yang sedemikian jauhnya dalam galaksi kita sehingga tidak nampak satu per satu. Bimasakti merupakan galaksi spiral beranggotakan sekitar 100 milyar bintang. Garis tengahnya sekitar 100.000 tahun cahaya, dimana Matahari terletak lebih dari 60% ke arah tepinya.

BINTANG GANDA
- Atau juga biasa disebut Bintang Pasangan (binary), adalah sepasang bintang yang dihubungkan oleh gravitasi. Sebagian besar pasangan tampak sebagai bintang tunggal bagi mata telanjang, tetapi dapat terlihat terpisah dengan teleskop. Namun beberapa diantaranya begitu saling dekat sehingga adanya pasangan hanya dapat disimpulkan dari analisa cahaya gabungannya. Dalam beberapa pasangan, bintangnya secara berkala saling menghalangi.

BINTANG NEUTRON - Bintang padat kecil yang diperkirakan menandai titik ajal evolusi bintang yang lebih besar dari matahari. Bintang Neutron hanya bergaris tengah 15 km, tetapi ia banyak mengandung materi sebanyak matahari kita. materi itu tergencet sedemikian padatnya sehungga sesendok bahan bintang neutron berbobot milyaran ton. Sumber radio berkilat-kilat yang dinamakan Pulsar sebenarnya adalah bintang neutron.

BINTANG UBAH - Bintang yang keluaran cahayanya berubah. Beberapa bintang itu ukurannya berubah seperti Variabel Cepheid, tetapi lainnya adalah bintang ganda dekat yang secara berkala saling menghalangi (pasangan pemudar). Di tahun 1975 tercatat dalam katalog galaksi kita lebih kurang 25.000 bintang ubah.

BINTIK MATAHARI - Daerah-daerah yang lebih sejuk dalam permukaan matahari, di fotosfera. Ia tampak suram dibandingkan dengan kelilingnya yang lebih cemerlang, tetapi ia cukup panas, kira-kira 4.500º C. Bintik matahari ada hubungannya dengan medan-medan magnet di Matahari, yang rupanya menghalau aliran panas melalui fotosfera, dan ini menimbulkan bintik.

C
CANCER - Kepiting. rasi zodiak yang terletak dalam langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Cancer adalah rasi zodiak paling samar, tanpa bintang cemerlang. Ciri yang paling menarik adalah kelompok bintang Praesepe, disebut sebagai sarang lebah, sejauh 520 tahun cahaya.

CANOPUS - Bintang cemerlang kedua di langit malam. Letaknya sejauh 119 tahun cahaya dalam rasi Carina (kerangka kapal), di langit Belahan Selatan. Canopus ialah sebuah bintang raksasa kuning, 25 kali garis tengah Matahari. Wahana antariksa menggunakannya sebagai bintang navigasi.

CAPELLA - Bintang paling cemerlang dalam rasi Auriga (Pengendara Kereta Perang), rasi dalam Belahan Utara. Sebenarnya ia adalah sebuah bintang ganda, terdiri atas dua bagian yang saling edar setiap 104 hari. Jauh Capella 45 tahun cahaya.

CAPRICORNUS - Kambing Laut. Rasi zodiak yang terletak di langit Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini antara akhir Januari dan pertengahan Februari.

CASSIOPEIA - Sebuah rasi berbentuk 'W' yang menonjol dekat kutub utara langit. Ia dinamakan menurut ratu mitologi Yunani. Dalam rasi ini sebuah supernova menyala di tahun 1752, diamati oleh Tycho Brahe.

CASTOR - Bintang paling cemerlang kedua dalam rasi Gemini, sebuah rasi belahan utara. Castor sesungguhnya terdiri atas enam bintang yang dihubungkan oleh gravitasi, meskipun mereka nampak seperti satu dengan mata telanjang.

CENTAURUS - Atau mahluk manusia-kuda dari mitologi Yunani, ialah rasi menonjol di langit Belahan Selatan. Di dalamnya terdapat Proxima Centauri, bintang terdekat matahari. Ada pula Omega Centauri, sebuah kelompok globular bintang yang ratusan ribu jumlahnya, sejauh 17.000 tahun cahaya. Centaurus A, sebuah galaksi yang memancarkan gelombang radio, juga terletak dalam rasi ini.

CRUX - Salib selatan. Rasi yang terkecil di langit. Ia terletak dekat kutub angkasa selatan dalam suatu daerah Bima Sakti. Salib selatan mengandung nebula suram Kantong Arang, disamping keempat bintang cemerlang yang menandai bentuk salib yang termasyhur itu.

CYGNUS - Angsa. Sebuah rasi yang menonjol di langit belahan utara. Terkadang ia dinamakan Salib Utara karena bentuknya yang khusus. Bintangnya yang paling cemerlang adalah Deneb. Alberio, atau Beta Cygni, ialah sebuah bintang ganda di kepala angsa. Bintang 61 Cygni adalah yang pertama diukur Paralaks-nya. Cygnus mengandung Nebula Amerika Utara, sebuah awan gas berkilau dalam Bima Sakti. Juga Nebula Cadar, sisa dari ledakan supernova yang telah lama berselang.

D
DAUR SURYA - Istilah yang digunakan untuk variasi kegiatan sekitar 11 tahun di matahari. Jumlah bintik matahari, suar, dan prominensa berubah-ubah dalam tiap daur 11 tahun. Namun dalam tiap daur berurutan, kutub magnet utara dan selatan matahari saling bertukar. Jadi dapat dikatakan bahwa daur surya lengkap membutuhkan 22 tahun.

DEKLINASI - Koordinat langit setara dengan garis lintang di Bumi. Suatu benda pada deklinasi +90º ialah pada kutub utara angkasa (di atas kepala kutub utara Bumi). Deklinasi 0º menandai katulistiwa angkasa.

DERET UTAMA - Main Sequence. Tahap stabil usia pertengahan dalam evolusi suatu bintang. Bintang-bintang deret utama membakar hidrogen menjadi helium di pusatnya untuk menciptakan energi. Bila hidrogen habis, bintang keluar dari tahap deret utama menjadi bintang raksasa.

E
EKLIPTIKA - Jejak tampak Matahari di depan bintang-bintang setiap tahun. Sudah tentu ia sebenarnya disebabkan oleh bumi mengedari matahari. Ia dinamakan ekliptika karena gerhana (eklips) dapat terjadi hanya bilamana Matahari dan Bulan dekat garis ini.

EQUINOX - Titik potong antara equator langit dengan ekliptika. Matahari mencapai titik ini setiap tahun pada sekitar tanggal 21 Maret (disebut vernal equinox) dan 22 September (disebut autumnal equinox). Saat itu, siang dan malam akan tepat sama panjangnya.

F
FOTOSFERA - Permukaan cemerlang Matahari; nama itu berarti 'bola cahaya'. Ia adalah lapisan gas berkilau pada suhu kira-kira 6000ºC. Fotosfera itu terpecah-pecah oleh sel-sel ilian gas panas, yang disebut partikel (zarah), yang masing-masing kira-kira sebesar Inggris. Daerah fotosfera yang lebih sejuk dinamakan Bintik Matahari.

G
GALAKSI - Kumpulan berjuta-juta bintang, terikat bersama oleh gravitasi. Sebagian galaksi berbentuk spiral, seperti Bima Sakti kita dan Galaksi Andromeda, sedangkan sebagian lagi berupa gumpalan pekat yang disebut Galaksi Eliptik. Mungkin ada hingga satu bilyun galaksi yang masing-masing beranggotakan jutaan bintang yang dapat diamati menggunakan teleskop besar. (Lihat gambar)

GEMINI - Atau Anak Kembar. Rasi zodiak dalam langit belahan utara, Dua bintang paling terang dalam Gemini adalah Castor dan Polux. Matahari melewati rasi ini dari akhir Juni hingga akhir Juli. Sebuah hujan meteor utama, Geminid, bersinar dari rasi ini dalam bulan Desember setiap tahun.

GERAK DIRI - Proper Motion. Perubahan kecil dalam posisi bintang selama jangka waktu tertentu. Perubahan tersebut disebabkan oleh gerakannya dalam antariksa. Gerak diri bintang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang. Ia dapat diukur pada gambar-foto skala besar yang diambil dengan teleskop selama bertahun-tahun. Gerak diri bintang pada akhirnya akan mengubah pola rasi yang sudah dikenal. Bintang dengan gerak diri terbesar adalah Bintang Barnard. Selama jangka waktu 180 tahun berubah posisinya sebesar diameter tampak bulan.

H
HERCULES - Sebuah rasi di langit belahan utara, dinamakan menurut pahlawan mitologi Yunani. Salah satu ciri terpenting rasi ini ialah kelompok bulat bernama M13. Ia berada sejauh 22.500 tahun cahaya dan mengandung 300.000 bintang. Alpha Hercules juga diberi nama ras Algethi, ialah sebuah bintang raksasa merah, kira-kira 5000 kali garis tengah matahari.

HERTZSPRUNG-RUSSEL - Gambar Diagram Hertzsprung-Russel ialah sebuah grafik yang memetakan suhu bintang berbanding dengan kecerlangannya. Grafik ini dinamakan menurut nama ahli astronomi Denmark, Ejnar Hertzprung (1873-1967) dan ahli astronomi Amerika, Henry Norris Russel (1877-1957) yang secara mandiri tampil dengan gagasan sama, masing-masing dalam tahun 1911 dan 1913. Diagram ini berguna untuk mengungkapkan apakah sebuah bintang itu raksasa ataukah kerdil, dan tahap apa yang dicapai dalam evolusinya. Sebagian besar bintang, termasuk Matahari, terletak pada suatu pita yang dikenal dengan nama Deret Utama. Posisi bintang dalam diagram ini juga mengungkapkan Magnitudo Mutlak-nya. (Lihat gambar)

HYADES - Kelompok dari sekitar 200 bintang berbentuk 'V' dalam rasi Taurus. Hyades adalah kelompok bintang padat terdekat Bumi, kira-kira sejauh 150 tahun cahaya. Banyak pengetahuan kita mengenai bintang diperoleh dari studi mengenainya. Bintang-bintang Hyades lahir kira-kira 500 juta tahun yang lalu dan relatif muda. (Lihat gambar)

K
KANTONG ARANG - Coal Sack. Sebuah kabut suram debu dan gas dalam rasi Salib Selatan (Crux). Kantong arang itu terletak sejauh 400 tahun cahaya dan mengandung cukup bahan untuk membentuk sekelompok ratusan bintang. (Lihat gambar)

KELOMPOK GLOBULAR - Globular Cluster. Sekumpulan bintang -- sekitar 100.000 buah, berbentuk bola. Mereka tersusun dalam bentuk cincin di sekeliling banyak galaksi, termasuk galaksi kita, dimana ada sekitar 125 kelompok globular yang sudah dikenali. Kelompok globular terdiri dari bintang-bintang tua yang berusia hingga 14 milyar tahun; diperkirakan terbentuk ketika galaksi mula-mula mengembun dari gas.

KERDIL COKLAT - Brown Dwarf. Suatu calon bintang (protostar) yang gagal terbentuk menjadi bintang akibat tidak memiliki cukup massa untuk membentuk reaksi nuklir yang menyebabkan ia dapat bersinar sebagaimana bintang lainnya pada fase stabil.

KERDIL MERAH - Red Dwarf. Bintang sejuk dan samar, tidak sebesar Matahari. Mereka boleh jadi merupakan bintang terbanyak dalam galaksi kita, tetapi sulit dilihat karena mereka demikian samar. Kerdil merah terdekat sekalipun, yakni Proxima Centauri dan bintang Barnard, tak pernah terlihat tanpa teleskop.

KERDIL PUTIH - White Dwarf. Sebuah bintang panas kecil yang diperkirakan menandai titik akhir evolusi bintang seperti Matahari. Sebuah kerdil putih kira-kira sebesar Bumi, tetapi mengandung materi sebanyak matahari. Materinya tergencet sedemikian padat sehingga sesendok materi tersebut akan berbobot satu ton atau lebih. Kerdil putih sedemikian samarnya sehingga yang terdekat di Sirius dan Orocyon, hanya nampak dengan bantuan teleskop.

KOMET - Anggota tata surya bebentuk materi beku yang yang umumnya terdiri atas air, karbon monoksida, metanol, amonia, dan metana bercampur dengan debu. Komet mengedari Matahari dengan garis lintasan yang sangat lonjong dengan periode tertentu. Saat komet mendekati Matahari, materi beku tersebut menyublim dan membentuk kabut gas dan debu yang disebut coma disekeliling inti komet. Selanjutnya, karena pengaruh angin matahari, maka gas dari coma membentuk "ekor" yang selalu menunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah Matahari. Karenanya komet juga sering disebut sebagai bintang berekor.

KORONA - Atmosfer bagian luar matahari yang samar. Ia terlihat sebagai lingkaran cahaya putih pada waktu gerhana matahari total, ketika bulan menghalangi sinar silau cakram Matahari. Korona terdiri atas gas tipis, menguap dari permukaan Matahari yang mengembang keluar untuk akhirnya membentuk angin surya.

KROMOSFERA - Suatu lapisan gas hidrogen yang berkilau dan letaknya di atas permukaan tampak (Fotosfera) Matahari. Nama itu berarti bola warna dan didapat dari warnanya yang merah pekat. Ini terlihat pada gerhana ketika bulan menghalangi cahaya dari fotosfera yang jauh lebih terang.

KUASAR - Suatu benda amat cemerlang jauh di antariksa yang diperkirakan merupakan pusat sebuah galaksi yang tengah membentuk. Kuasar sedemikian kecilnya sehingga nampak sebagai bintang di teleskop terbesar sekalipun, tetapi ia melepaskan energi sebesar ribuan kali energi yang dilepaskan oleh galaksi seperti Bima Sakti kita. Ia mungkin bertenagakan gas yang jatuh kedalam lubang hitam raksasa dipusatnya. Kuasar memiliki pergeseran merah yang terbesar diantara benda-benda langit lainnya. Dari beberapa ratus kuasar yang telah dikenali, yang terjauh diperkirakan berjarak sekitar 16 milyar tahun cahaya.

L
LEO - Singa. Suatu rasi zodiak, terletak di langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Agustus hingga pertengahan September. Bintang paling terang di Leo ialah Regulus. Setiap Nopember, hujan meteor Leonid menyinar dari rasi tersebut.

LIBRA - Timbangan. Sebuah rasi zodiak yang tidak menarik perhatian, terletak di Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini selama bulan Nopember.

LUMINOSITAS - Jumlah energi yang dipancarkan seluruh permukaan bintang ke segala arah per detiknya. Luminositas matahari bernilai 385 triliun-triliun watt (385 x 1024watt).

LYRA - Berasal dari sebutan untuk semacam harpa kecil, ialah sebuah rasi kecil yang menonjol di langit utara. Bintangnya yang paling terang ialah Vega. Anggota lainnya adalah Lyrae, sebuah bintang Pasangan Pemudar yang terkenal. Komponen-komponennya berubah bentuk karena gravitasi masing-masing dan gas keluar melingkar ke antariksa. Epsilon Lyrae terkadang dinamakan 'ganda-ganda', ialah sekelompok empat bintang yang dihubungkan dengan gravitasi. Nebula Cincin dalam Lyra ialah sebuah Nebula Planet yang terkenal.

LUBANG HITAM - Daerah di sekeliling bintang yang telah runtuh. Gravitasinya sedemikian kuat sehingga tidak ada sesuatupun yang dapat lolos, termasuk cahaya sekalipun. Tetapi benda-benda dapat terhisap masuk. Jika ledakan besar menandai asal mula alam semesta, lubang-lubang hitam yang jauh lebih kecil mungkin terbentuk dalam keadaan tekanan dan kerapatan tinggi yang mengikutinya.

M
MAGNITUDO - Ukuran kecerlangan bintang. Setiap tataran magnitudo sesuai dengan beda kecerlangan sedikit lebih dari 2,5 kali. Maka sebuah bintang magnitudo keenam (yang paling samar yang bisa dilihat oleh mata telanjang) adalah 100 kali lebih samar daripada bintang magnitudo pertama. Benda-benda yang lebih terang dari magnitudo 0 diberi magnitudo negatif, misalnya Sirius memiliki magnitudo -1,47, Venus pada saat paling terang adalah -4,3, dan matahari adalah -26,5 (semuanya adalah magnitudo tampak, kecerlangan sebagaimana yang terlihat dari Bumi).

MAGNITUDO MUTLAK - Ukuran keluaran cahaya sebuah bintang yang sebenarnya, yaitu kecerlangan bintang sebagaimana nampak pada kita di Bumi pada jarak 10 parsek (32,6 tahun cahaya). Magnitudo mutlak sebuah bintang tergantung dari besar dan suhunya.

MAGNITUDO TAMPAK - Kecerlangan bintang atau benda angkasa lain sebagaimana yang terlihat di langit oleh kita. Magnitudo tampak bintang tergantung dari jaraknya dari kita. Semakin dekat, sebuah bintang nampak semakin terang. Perbedaan antara magnitudo tampak bintang dan magnitudo mutlaknya menunjukkan jarak bintang tersebut.

MATAHARI - Bintang induk kita. Jauhnya hampir 150 juta km. Matahari adalah bintang berukuran sedang, bergaris tengah 1,4 juta km dan tersusun sebagian besar atas gas hidrogen dan helium. Matahari membangkitkan cahaya dan panas di pusatnya dengan reaksi nuklir. Ia diedari keluarga 9 buah planet, termasuk Bumi kita.

MERIDIAN - Lingkaran besar imajiner pada bola langit yang tegak lurus dengan horison setempat. Meridian membentang dari horison utara, melintasi kutub langit hingga Zenith, dan berakhir di horison selatan.

METEOR - Partikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor.

METEORID - Gumpalan batu atau logam yang berhasil menembus atmosfir Bumi. Sebagian meteorid diperkirakan adalah sisa-sisa material dari komet atau asteroid. Sebagian lainnya diperkirakan berasal dari planet lain, seperti Bulan atau Mars. Sebuah meteorid biasanya menghantam permukaan Bumi dalam kecepatan yang sangat tinggi hingga membentuk sebuah kawah yang biasa disebut Kawah Meteorid pada lokasi jatuhnya.

N
NEBULA - Sebuah massa debu dan gas dalam galaksi. Beberapa nebula terang-benderang. Bersinar karena bintang-bintang yang dikandungnya, seperti misalnya Nebula Orion. Yang lainnya suram seperti Kantong Arang.

NEBULA KEPITING - Crab Nebula. Sebuah bercak gas berkilau dalam rasi Taurus. Ia adalah sisa bintang yang terlihat meledak sebagai supernova oleh ahli astronomi timur di tahun 1054, Di pusat nebula kepiting adalah sebuah pulsar berkelap-kelip, teras kecil bintang yang meledak. Nebula kepiting terletak sejauh 6.300 tahun cahaya. (Lihat gambar)

NEBULA ORION - Awan gas dan debu yang jauhnya 1.500 tahun cahaya. Didalamnya bintang-bintang baru membentuk diri. Sebagian nebula tampak dengan mata telanjang sebagai bercak kabur berkilau menandai pedang Orion. Bintang yang baru terbentuk dalam jantung nebula membuatnya berkilau. Tetapi para ahli astronomi radio telah mendeteksi pula sebuah awan suram yang lebih besar dibelakang bagian tampak, dimana bintang masih dilahirkan. (Lihat gambar)

NEBULA PLANET - Suatu kulit gas yang dalam sebuah teleskop kecil terlihat seperti cakram mirip planet. Sebenarnya ia sama sekali tak ada kaitannya dengan planet, melainkan diperkirakan lapisan luar bekas bintang raksasa merah. Lapisan tersebut mengambang ke antariksa meninggalkan teras bintang berupa bintang kerdil putih.

NOVA - Sebuah bintang meledak. Ia menyala terang lebih dari 10.000 kali dalam sehari sebelum memudar lagi selama jangka mingguan atau bulanan. Nova diperkirakan merupakan sistem bintang ganda dimana gas mengalir dari satu bintang ke pasangannya kerdil putih. Gas tersebut menyulut dan terlempar dari kerdil putih, menyebabkan letupan terang. Bintang tidak terhancur-lebur oleh ledakan nova, sehingga nova terjadi lagi.

O
ORION - Sebuah rasi besar yang menonjol di daerah khatulistiwa langit. Namanya diambil dari pemburu dalam mitologi Yunani. Bintangnya yang paling terang adalah Betelgeuse dan Rigel. Tiga bintang merupakan Sabuk Orion yang khas. Banyak bintang dalam Orion yang relatif muda karena Orion menandai tempat pembentukan bintang, khususnya dalam Nebula Orion. (Lihat gambar)

P
PARALAKS - Pergeseran posisi benda di depan latar belakang yang jauh sebagaimana terlihat dari dua tempat berbeda. Bintang menunjukkan suatu pergeseran paralaks kecil jika dilihat dari sisi berlawanan garis edar bumi. Besarnya pergeseran tergantung dari jarak bintang; yang terdekat menunjukkan pergeseran terbesar. Dengan mengukur paralaks bintang, para ahli astronomi dapat menghitung jaraknya. Hanya bintang yang lebih dekat dari kira-kira 100 tahun cahaya yang menunjukkan pergeseran cukup besar untuk diukur secara tepat. Bintang 61 Cygni adalah yang pertama diukur paralaksnya dalam tahun 1838 oleh ahli astronomi Jerman, Wihelm Bessel (1794-1846).

PARSEK - Suatu ukuran jarak didalam astronomi yang berpatokan pada jarak dimana bintang menunjukkan paralaks sebesar 1 detik busur. Satu parsek sama dengan sekitar 3,26 tahun cahaya.

PASANGAN PEMUDAR - Pasangan bintang yang saling mengedari dimana satu bintang secara berkala terlihat dari bumi seolah-olah lewat didepan yang lain. Pemudaran demikian menyebabkan jumlah cahaya yang kita lihat menjadi melemah, sehingga kecerlangan bintang terlihat berubah-ubah. Pasangan pemudar pertama yang ditemukan adalah Algol.

PERGESERAN MERAH - Red Shift. Ialah suatu pemanjangan panjang gelombang cahaya yang diterima dari benda yang menjauh, disebabkan oleh Efek Doppler. Derajat pergeseran merah mengungkapkan kecepatan gerak benda tersebut. Penemuan pergeseran merah dalam cahaya dari galaksi jauh mengungkapkan bahwa alam semesta sebenarnya mengembang.

PERIHELION - Ialah titik terdekat dalam garis edar suatu benda angkasa mengelilingi Matahari. Kebalikan dari Perihelion adalah Aphelion.

PERSEUS - Sebuah rasi menonjol di langit belahan utara. Namanya diambil dari seorang pahlawan mitologi Yunani. Perseus terletak di bagian padat Bima Sakti. Bintangnya yang terkenal adalah Algol. Setiap bulan Agustus, suatu hujan meteor lebat, Para Perseid, menyinar dari rasi ini.

PISCES - Ikan. Suatu rasi zodiak, terletak di daerah khatulistiwa langit. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Maret hingga pertengahan April. Matahari berada di Pisces ketika ia bergerak ke utara melintas khatulistiwa langit, menandai awal musim semi Belahan Utara (ekuinoks semi).

PLEIADES - Sekelompok yang beranggotakan sekitar 2000 bintang di rasi Taurus pada jarak 415 tahun cahaya. Dengan mata telanjang dapat dilihat 6 atau 7 bintang, karena itu nama populer kelompok tersebut adalah tujuh saudara (bintang tujuh). Pleiades relatif muda. Yang termuda diantaranya terbentuk dalam beberapa juta tahun silam. (Lihat gambar)

POLARIS - Bintang Kutub. Bintang paling terang dalam rasi Ursa Minor. Kebetulan ia terletak kira-kira 1° dari kutub utara angkasa.

PROMINENSA - Awan gas panas yang mencuat dari permukaan matahari, berhubungan dengan medan magnet kuat. Beberapa prominensa berbentuk lengkung dan dapat bertahan selama berminggu-minggu. Yang lainnya sering berhubungan dengan suar, melejit ke angkasa dengan kecepatan hingga 1.000 km per detik.

PULSAR - Sebuah sumber radio yang berdenyut dengan cepat. Diperkirakan berupa sebuah bintang neutron berputar yang memancarkan sorotan radiasi seperti pancaran mercu suar. Pulsar ditemukan oleh ahli astronomi radio cambridge, Anthony Hewish dan asistennya Jocelyn Bell dalam tahun 1967.

R
RA - Recta Ascensio. Kenaikan tegak; koordinat langit setara dengan garis bujur di Bumi. Ia diukur dengan jam, menit dan detik, dari 00:00 hingga 24:00. Titik pangkal Recta Ascensio ialah di mana matahari bergerak ke utara melewati katulistiwa angkasa. Ini menandai awal vernal equinox, ketika matahari melewati Pisces.

RAKSASA MERAH - Red Giant. Bintang yang lebih besar daripada matahari, dengan suhu permukaan yang lebih rendah. Mereka diperkirakan terbentuk bila bintang membengkak pada akhir kehidupannya. Matahari diperkirakan akan menjadi raksasa merah, seperti Arcturus, dalam kira-kira lima milyar tahun.

RASI - Pola bintang di langit. Orang Yunani Kuno menamakan banyak rasi dengan pahlawan mitologi mereka. Sejak itu telah ditambahkan rasi-rasi lainnya sehingga kini dikenal sebanyak 88 buah rasi.

RIGEL - Salah satu bintang di rasi Orion, merupakan sebuah bintang super-raksasa biru dengan massa 17 kali massa Matahari yang terletak sejauh 775 tahun cahaya. Rigel sesungguhnya adalah sebuah bintang ganda. Ia memiliki pasangan yang mengedarinya dalam jarak 50 kali jarak Pluto ke Matahari.

S
SAGITARIUS - Pemanah. Rasi zodiak yang terletak di langit Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini sebentar pada akhir Nopember. Salah satu bintangnya ialah yang pertama dikenal sebagai sebuah bintang ganda.

SCORPIO - Kalajengking. Rasi langit Belahan selatan. Bintangnya yang paling terang adalah Antares yang terlihat sebagai bintang berwarna kemerahan di "jantung" Scorpio. Matahari melewati rasi ini antara akhir Oktober dan pertengahan Nopember.

SIRIUS - Bintang paling terang di langit malam. Ia adalah bintang putih panas yang terletak sejauh 8,7 tahun cahaya. Sirius diedari sebuah bintang pasangan kerdil putih sekali setiap 50 tahun.

SOLSTICE - Titik balik Matahari, yaitu titik paling utara atau selatan yang dilalui Matahari dalam peredarannya (relatif dilihat dari Bumi). Matahari mencapai titik ini dua kali dalam setahun yaitu sekitar tanggal 21 Juni (titik balik utara, disebut summer solstice) dan 21 Desember (titik balik selatan, disebut winter solstice).

SPICA - Bintang paling terang di rasi Virgo. Ia adalah sebuah sistem bintang ganda beranggotakan dua bintang yang saling mengorbit dalam periode sekitar 4 hari. Bintang dengan magnitudo sebesar 1 ini terletak sejauh 260 tahun cahaya dari Bumi. Namanya berasal dari bahasa latin yang artinya "pucuk gandum".

SUAR - Letupan kecerlangan dari permukaan matahari, lazimnya berhubungan dengan bintik matahari. Suar melepaskan radiasi energi tinggi ke antariksa. Ini dapat menyebabkan gangguan penghentian radio dan pertunjukan atmosfera atas yang dikenal sebagai Aurora.

SUPERNOVA - Ledakan cemerlang sebuah bintang besar pada akhir kehidupannya. Dalam sebuah supernova, bintang itu dapat menyala sampai sebanyak beberapa juta kali kecerlangannya yang normal.

T
TAHUN CAHAYA - Satuan dasar ukuran jarak asronomi. Ia merupakan jarak yang ditempuh sebuah pancaran cahaya dalam satu tahun. Satu tahun cahaya setara dengan 9.460 milyar km. Satu parsek adalah sekitar 3,26 tahun cahaya.

TAURUS - Banteng/lembu jantan. Sebuah rasi besar zodiak dalam langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Mei hingga akhir Juni. Bintang paling terang dalam Taurus ialah Aldebaran. Rasi ini mengandung kelompok bintang Hyades dan Pleiades, demikian pula Nebula Kepiting.

U
URSA MAIOR - Beruang Besar. Sebuah rasi menonjol langit Belahan Utara. Ketujuh bintangnya yang paling terang bersusun berbentuk gayung, sering disebut sebagai bajak. Dua bintang gayung menunjuk ke Polaris. Bintang kedua di gagangnya dinamakan Mizar, mempunyai pasangan samar dinamai Alkor, tampak dalam pengelihatan tajam atau melalui teropong.

URSA MINOR - Beruang kecil. Sebuah rasi di Kutub Utara langit. Bintangnya yang paling terang adalah Polaris.

V
VARIABEL CEPHEID - Jenis bintang yang keluaran cahayanya berubah secara berkala seraya bergantian ukurannya mengembang dan menyusut. Nama itu diambil dari Delta Cepheid, bintang pertama dari jenis itu yang ditemukan.

VEGA - Bintang paling terang di rasi Lyra, sebuah rasi kecil namun penting yang terletak di antara rasi Hercules dan Cygnus. Bintang dengan magnitudo 0.04 yang terletak sejauh 26 tahun cahaya ini merupakan bintang paling cemerlang nomor lima di langit malam. Karena pengaruh perubahan pada sumbu rotasi bumi, maka Vega diperkirakan akan menjadi bintang kutub dalam jangka waktu 12.000 tahun mendatang.

VIRGO - Perawan. Rasi zodiak yang terletak di daerah khatulistiwa langit. Matahari melewatinya dari pertengahan september hingga awal Nopember. Bintangnya yang paling terang adalah Spica.

Z
ZENITH - Sebuah titik di langit yang terletak tepat diatas kepala, atau lebih tepatnya, titik yang terletak pada deklinasi +90° pada bola langit. Zenith adalah kutub dari sistem koordinat horisontal, dan secara geometris merupakan perpotongan antara bola langit dengan garis lurus yang ditarik dari pusat Bumi melalui lokasi setempat. Secara definisi, zenith adalah sembarang titik di sepanjang Meridian setempat.

ZODIAK - Pita 12 rasi yang depannya dilewati Matahari sepanjang tahun. Tanda-tanda yang dipakai para ahli astrologi tidak sesuai dengan rasi-rasi yang namanya sama.

Friday, April 11, 2008

HSOPA (Super 4G)

High Speed OFDM Packet Access (HSOPA) is a proposed part of 3GPP's Long Term Evolution (LTE) upgrade path for UMTS systems. HSOPA is also often referred to as Super 3G. If adopted, HSOPA succeeds HSDPA and HSUPA technologies specified in 3GPP releases 5 and 6. Unlike HSDPA or HSUPA, HSOPA is an entirely new air interface system, unrelated to and incompatible with W-CDMA.

Features

HSOPA has the following features:

  • Flexible bandwidth usage with 1.25 MHz to 20 MHz bandwidths. By comparison, W-CDMA uses fixed size 5 MHz chunks of spectrum.
  • Increased spectral efficiency at 2-4 times more than in 3GPP release 6, peak transfer rates of 100 Mbit/s for downlink and 50 Mbit/s for uplink.
  • Latency times of around 20 ms for round trip time from user terminal to radio access network, approximately the same as a combined HSDPA/HSUPA system, but much better than "classic" W-CDMA.

Design

HSOPA uses Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) and multiple-input multiple-output (MIMO) antenna technology to support up to 10 times as many users as W-CDMA based systems, with lower processing power required on each handset[1]. Still in development, experimental performance is 37 Mbit/s in the downlink over a 5 MHz channel, close to the theoretical maximum of 40 Mbit/s.

Rationale for HSOPA

A working version of HSOPA will help achieve the goals set by the 3GPP LTE project. The improvements in performance this implies will allow wireless operators to offer 'quadruple play' services - voice, high-speed interactive applications including large data transfer and feature-rich IPTV with full mobility.

Although UMTS, with HSDPA and HSUPA, delivers high data transfer rates, wireless data usage is expected to increase significantly over the next few years. The emergence of competitive technologies, such as WiMAX, is driving UMTS operators to upgrade their networks to support better data rates.

As a part of UMTS, HSOPA would be designed to provide a simple evolution path for UMTS service providers, providing increases in data speeds, and spectral efficiency, and allowing the provision of more functionality.

For most situations, the cost to evolve a UMTS network to a next generation air interface, including HSOPA, will be minimal compared to the cost of deploying a new network, as most of the existing infrastructure will remain the same, requiring only major upgrades at a tower level and on handsets.


Technology demos

HSOPA demonstrations and trials are planned.

Deployment

  • NTT DoCoMo of Japan plans to launch new network based on HSOPA technology by 2010. The network upgrade will cost 200 billion yen ($1.7 billion USD/1.3 billion euros).[3]

WiMAX vs HSOPA

As both systems use air interfaces radically different from those already deployed, neither standard can operate in the same physical spectrum as prior standards, though an FDD version of HSOPA can share licensed cellular spectrum allocations as long as those allocations are greater than the 6.25 MHz (5 MHz for W-CDMA and 1.25 MHz for HSOPA) minimum required for both standards to co-exist.

In practice, most UMTS networks should be possible to migrate at the tower level to HSOPA without the need to obtain more spectrum, except where legal barriers exist preventing the use of non-IMT-2000 air interface technologies.

A major reason for the shift from CDMA is the ability of OFDM to make better use of MIMO and AAS multi-antenna and signal path technologies. Debates about core spectral efficiencies are dwarfed by improvements already achievable via the use of MIMO and limited AAS. The evolutionary road map of wireless calls for greater gains from the synergistic combination of these technologies.

While both WiMAX and the HSOPA use OFDM/OFDMA, HSOPA enhanced UMTS will most likely be optimized for wide area mobile voice communications. HSOPA will use OFDMA for the down-link and Single Carrier FDMA (SC-FDMA) for the up-link. WiMAX/802.16e-2005 uses OFDMA for both the up and down links.

SC-OFDM can maintain connections at longer distance but has lower bandwidth than OFDMA. However, WiMAX advocates perceive evolution of WBB as also shifting the 'architectural evolution' of wireless networks to more granular, symmetrical, higher bandwidth micro-cell and mobile multi-hop relay network topologies.

Multi-mode WiMAX plus CDMA and other technologies can work together to fulfill both long range, low bandwidth and shorter range, high bandwidth requirements on the basis of providing the user with 'always best connected' experience.

LTE (Long Term Evolution)

3GPP LTE (Long Term Evolution) is the name given to a project within the Third Generation Partnership Project to improve the UMTS mobile phone standard to cope with future requirements. Goals include improving efficiency, lowering costs, improving services, making use of new spectrum opportunities, and better integration with other open standards. The LTE project is not a standard, but it will result in the new evolved release 8 of the UMTS standard, including mostly or wholly extensions and modifications of the UMTS system. The architecture that will result from this work is called EPS (Evolved Packet System) and comprehends E-UTRAN (Evolved UTRAN) on the access side and EPC (Evolved Packet Core) on the core side.

Current State

While 3GPP Release 8 has yet to be finalised, much of the standard will be oriented around upgrading UMTS to a so-called fourth generation mobile communications technology, essentially a wireless broadband Internet system with voice and other services built on top. The current state of the standard includes:

  • Peak download rates of 326.4 Mbit/s for 4x4 antennas, 172.8 Mbit/s for 2x2 antennas for every 20 MHz of spectrum. [1]
  • Peak upload rates of 86.4 Mbit/s for every 20 MHz of spectrum.[2]
  • At least 200 active users in every 5 MHz cell. (i.e., 200 active data clients)
  • Sub-5ms latency for small IP packets
  • Increased spectrum flexibility, with spectrum slices as small as 1.25 MHz (and as large as 20 MHz) supported (W-CDMA requires 5 MHz slices, leading to some problems with roll-outs of the technology in countries where 5 MHz is a commonly allocated amount of spectrum, and is frequently already in use with legacy standards such as 2G GSM and cdmaOne.) Limiting sizes to 5 MHz also limited the amount of bandwidth per handset
  • Optimal cell size of 5 km, 30 km sizes with reasonable performance, and up to 100 km cell sizes supported with acceptable performance
  • Co-existence with legacy standards (users can transparently start a call or transfer of data in an area using an LTE standard, and, should coverage be unavailable, continue the operation without any action on their part using GSM/GPRS or W-CDMA-based UMTS)

A large amount of the work is aimed at simplifying the architecture of the system, as it transits from the existing UMTS circuit + packet switching combined network, to an all-IP system.

Timetable

The LTE group was expected to provide recommendations by September 2007. The SAE (System Architecture Evolution) work item will be completed shortly afterwards.

An "All IP Network" (AIPN)

A characteristic of so-called "4G" networks including Evolved UMTS is that they are fundamentally based upon TCP/IP, the core protocol of the Internet, with higher level services such as voice, video, and messaging, built on top of this. In 2004, the 3GPP proposed this as the future of UMTS and began feasibility studies into the so-called All IP Network (AIPN.) These proposals, which included recommendations in 2005 for 3GPP Release 7[3] (though some aspects were in releases as early as 4[4]), form the basis of the effort to build the higher level protocols of evolved UMTS. The LTE part of this effort is called the 3GPP System Architecture Evolution.

At a glance, the UMTS back-end becomes accessible via a variety of means, such as GSM's/UMTS's own radio network (GERAN, UTRAN, and E-UTRAN), WiFi, and even "competing" systems such as UMB and WiMAX. Users of non-UMTS radio networks would be provided with an entry-point into the IP network, with different levels of security depending on the trustworthiness of the network being used to make the connection. Users of GSM/UMTS networks would use an integrated system where all authentication at every level of the system is covered by a single system, while users accessing the UMTS network via WiMAX and other similar technologies would handle the WiMAX connection one way (for example, authenticating themselves via a MAC or ESN address) and the UMTS link-up another way.

E-UTRA Air Interface

Release 8's air interface, E-UTRA (Evolved UTRA, the E- prefix being common to the evolved equivalents of older UMTS components) would be used by UMTS operators deploying their own wireless networks. It's important to note that Release 8 is intended for use over any IP network, including WiMAX and WiFi, and even wired networks.[5]

The proposed E-UTRA system uses OFDMA for the downlink (tower to handset) and Single Carrier FDMA (SC-FDMA) for the uplink and employs MIMO with up to four antennas per station. The channel coding scheme for transport blocks is turbo coding and a contention-free quadratic permutation polynomial (QPP) turbo code internal interleaver.[6]

The use of OFDM, a system where the available spectrum is divided into thousands of very thin carriers, each on a different frequency, each carrying a part of the signal, enables E-UTRA to be much more flexible in its use of spectrum than the older CDMA based systems that dominated 3G. CDMA networks require large blocks of spectrum to be allocated to each carrier, to maintain high chip rates, and thus maximize efficiency. Building radios capable of coping with different chip rates (and spectrum bandwidths) is more complex than creating radios that only send and receive one size of carrier, so generally CDMA based systems standardize both. Standardizing on a fixed spectrum slice has consequences for the operators deploying the system: too narrow a spectrum slice would mean the efficiency and maximum bandwidth per handset suffers; too wide a spectrum slice, and there are deployment issues for operators short on spectrum. This became a major issue with the US roll-out of UMTS over W-CDMA, where W-CDMA's 5 MHz requirement often left no room in some markets for operators to co-deploy it with existing GSM standards.

OFDM has a Link spectral efficiency greater than CDMA, and when combined with modulation formats such as 64QAM, and techniques as MIMO, E-UTRA should be considerably more efficient than W-CDMA with HSDPA and HSUPA.

Downlink

The subcarrier spacing in the OFDM downlink is 15 kHz and there is a maximum of 2048 subcarriers available. Mobile devices must be capable of receiving all 2048 subcarriers but a base station need only support transmitting 72 subcarriers. The transmission is divided in time into time slots of duration 0.5 ms and subframes of duration 1.0 ms. A radio frame is 10 ms long.

Supported modulation formats on the downlink data channels are QPSK, 16QAM and 64QAM.

For MIMO operation, a distinction is made between single user MIMO, for enhancing one users data throughput, and multi user MIMO for enhancing the cell throughput.

Uplink

The currently proposed uplink uses SC-FDMA multiplexing, and QPSK or 16QAM (64QAM optional) modulation. SC-FDMA is used because it has a low Peak-to-Average Power Ratio (PAPR). Each mobile device has at least one transmitter. If virtual MIMO / Spatial division multiple access (SDMA) is introduced the data rate in the uplink direction can be increased depending on the number of antennas at the base station. With this technology more than one mobile can reuse the same resources.[7]

Technology demos

LTE demonstrations and trials are planned for the year 2007 and onwards.

  • The first presentation of an LTE demonstrator with HDTV streaming (>30 Mbit/s), video supervision and Mobile IP-based handover between the LTE radio demonstrator and the commercially available HSDPA radio system was shown during the ITU trade fair in Hong Kong in 2006 by Siemens Communication Department.
  • Researchers at Nokia Siemens Networks and Heinrich Hertz Institut have demonstrated LTE with 100 Mbit/s Uplink transfer speeds.[8]
  • Nortel publicly demonstrated the first complete LTE air interface implementation at the 3G World Congress in February 2007 including OFDM-MIMO, SC-FDMA and multi-user MIMO uplink.[9]
  • Verizon Wireless plans to begin LTE trials in 2008, choosing the standard over the natural evolution path for the CDMA2000 family, Ultra Mobile Broadband (UMB).[10]
  • AT&T Mobility has stated that they intend on upgrading to LTE as their 4G technology, but will introduce HSUPA and HSPA+ as bridge standards. [11]
  • At the February 2008 Mobile World Congress:
Freescale Semiconductor demonstrated streaming HD video with peak data rates of 96 Mbit/s downlink and 86 Mbit/s uplink . [12]
NXP Semiconductors demonstrated a multi-mode LTE modem as the basis for a software-defined radio system for use in cellphones. [13]
picoChip and Mimoon demonstrated a basestation reference design. This runs on a common hardware platform (multi-mode / software defined radio) with their WiMAX architecture. [14]

Conformance testing

It has been suggested that TTCN-3 test specification language will be used for the purposes of LTE conformance testing. As of March 2008, TTCN-3 test suite development has been underway at ETSI.